Senin, 13 Februari 2012

Hemat BBM dengan Gaya Nyetir yang Baik

  1. Jangan Injak Pedal Gas Secara Tiba-tiba

    Bahan bakar yang akan dihisap ke ruang bakar menjadi semakin banyak jika Anda menginjak pedal gas secara tiba-tiba. Pada saat itu putaran mesin masih rendah sehingga tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot. Untuk itu, injaklah pedal gas dengan stabil dan bertahap.
  2. Mengemudilah Dengan Smooth

    Kurangilah frekuensi pengereman. Saat menghadapi lampu merah tidak perlu menancap gas, biarkan mobil meluncur kerena harus berhenti. Kurangi frekuensi menancap gas lalu mengerem. Tindakan ini merupakan langkah pembuangan energi yang sia-sia.
  3. Manfaatkan Engine Brake

    Saat meluncur atau pada jalan menurun, persneling jangan diposisikan pada neutral. Selain berbahaya, efek engine brake terbukti lebih menghemat BBM daripada mesin pada posisi stasioner.
  4. Kenali RPM Mesin

    Salah satu cara membuat konsumsi BBM yang efisien adalah melakukan pergantian gigi (transmisi) yang tepat, yaitu pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum).Pemindahan gigi ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Apabila kendaraan sudah bergerak (tidak memerlukan daya dorong), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.

    Contoh, data teknis pada manual book tertulis torque maximum: 200Nm/3.750rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3.750 per menit. Pada contoh ini, berarti sebaiknya kita melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan kisaran angka 3.750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.

    Angka RPM di tachometer amat penting diperhatikan. Untuk mengefektifkan konsumsi BBM, saat melaju di jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan output yang dihasilkan mesin.

    Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah kecepatan menurun (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba mengerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.
  5. Ukur HC dan CO

    Komponen-komponen mesin juga menentukan boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan / kerusakan bisa menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Periksa emisi gas buang untuk mendeteksinya. Pembakaran di ruang bakar akan tidak sempurna, banyak bahan bakar terbuang percuma apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi.
  6. Beban dan Penggerak

    Beban dan penggerak (pendorong kendaraan) adalah faktor lain yang mempengaruhi pemborosan bahan bakar. Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak diantaranya: kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda.

    Tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil melaju akan hilang bila komponen-komponen diatas aus atau rusak. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penggunaan ban dan velg besar, termasuk juga faktor yang mempengaruhi konsumsi BBM.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah perawatan kendaraan. Jangan memanaskan mobil terlalu lama, maksimum 2 menit saja. Warming-up mesin selama 30 menit, sama artinya dengan terjebak macet selama 30 menit juga. Anda bisa meminta pihak bengkel untuk melakukan setting timing yang tepat sesuai jenis bahan bakar yang dipakai. Titik pengapian terlalu maju atau mundur mengakibatkan boros BBM. Selain itu, rajinlah membersihkan saringan udara (bisa dilakukan sendiri) per 2.500 km atau tergantung kondisi.

Tidak ada komentar:

Ngadem

Ngadem
Refreshing di Kebun Raya Bogor

Arsip Blog